Mengejar Keberkahan di Penghujung Zuhur: Rahasia "Tiga Suara" dalam Tausiyah Kepala MAN 4 Banyuwangi
Banyuwangi – Suasana Ramadan di MAN 4 Banyuwangi tidak hanya milik para siswa. Di balik hiruk-pikuk kegiatan belajar mengajar, ada momen syahdu yang konsisten dijaga oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Setiap hari, tepat setelah salat Zuhur berjamaah, seluruh civitas (non-siswa) berkumpul untuk merajut keberkahan melalui kegiatan Khotmil Quran dan tausiyah singkat.
Kegiatan rutin ini bukan sekadar formalitas pengisi waktu, melainkan sarana pengisian daya spiritual bagi para pejuang pendidikan di tengah kewajiban berpuasa.
Pesan Mendalam dari Sang Kepala Madrasah
Hari ini ada yang spesial. Tausiyah dipimpin langsung oleh Kepala MAN 4 Banyuwangi. Dalam suasana yang akrab namun khidmat, beliau memberikan pesan yang menyentuh relung hati mengenai amalan-amalan kecil namun berdampak besar di hadapan Sang Khalik.
Beliau menekankan pentingnya menghidupkan malam melalui Salat Tahajjud. Namun, ada satu tips yang beliau garis bawahi:
"Amalan yang paling utama adalah yang dilakukan menjelang fajar. Di saat dunia masih terlelap, di situlah letak kemurnian doa kita," tutur beliau.
Tiga Suara yang Dicintai Allah
Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan dalam tausiyah kali ini adalah tentang tiga jenis suara yang sangat disenangi oleh Allah SWT. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas agar lebih peka terhadap momen-momen istimewa di waktu subuh:
Suara Ayam Berkokok: Sebagai penanda pergantian waktu dan pengingat bagi manusia untuk bangun menjemput rezeki serta rahmat-Nya.
Suara Orang yang Membaca Al-Quran: Alunan ayat suci yang melangit, terutama di bulan Ramadan, menjadi penghuni langit yang sangat dicintai.
Suara Orang yang Meminta Ampun (Istighfar) Menjelang Fajar: Suara lirih penuh kerendahan hati saat memohon ampunan sebelum matahari terbit adalah salah satu melodi terindah bagi Arasy.
Menutup Hari dengan Energi Baru
Kegiatan yang diakhiri dengan doa bersama ini sukses memberikan suntikan semangat bagi para guru dan staf MAN 4 Banyuwangi. Rutinitas ini membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga bengkel spiritual bagi setiap individu di dalamnya.
Semoga melalui Khotmil Quran dan tausiyah rutin ini, keberkahan Ramadan benar-benar meresap ke dalam setiap gerak langkah civitas akademika MAN 4 Banyuwangi. (BK)