Detail Post

Perkuat Sinergi, Civitas MAN 4 Banyuwangi Hadiri Pembinaan Direktur KSKK Kemenag RI di MTsN 9 Banyuwangi

BANYUWANGI – Seluruh civitas akademika MAN 4 Banyuwangi turut serta dalam agenda kunjungan kerja dan pembinaan pegawai yang disampaikan langsung oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Prof. Dr. Nyanyu Khodijah, S.Ag, M.Si. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula MTsN 9 Banyuwangi pada Sabtu (04/04).

Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan madrasah di Bumi Blambangan, karena dihadiri oleh seluruh Kepala MAN, MTsN, dan MIN se-Kabupaten Banyuwangi. Hadir pula memberikan pendampingan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Bpk. Dr. Chaironi, S.Ag, M.M.

Pembukaan yang Khidmat dan Budaya

Suasana hangat menyambut kedatangan rombongan Direktur KSKK dengan sajian Tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi yang melambangkan penghormatan kepada tamu. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah yang menggema di seluruh ruangan, memacu semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap institusi madrasah.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala MTsN 9 Banyuwangi selaku tuan rumah menyampaikan selamat datang, yang kemudian diteruskan oleh sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. Chaironi, mengenai kondisi perkembangan madrasah di wilayah setempat.

Soroti Sejarah dan Peran Komite

Saat memasuki acara inti, Prof. Nyanyu Khodijah memberikan arahan yang menyentuh sisi historis dan perjuangan madrasah. Beliau menyoroti tantangan keterbatasan madrasah, terutama dalam hal politik anggaran.

“Madrasah itu lahir dari masyarakat. Masyarakat sendirilah yang menginginkan dan memperjuangkan agar madrasah berdiri,” tegas Prof. Nyanyu.

Mantan Rektor UIN Raden Fatah Palembang ini juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kemandirian madrasah. Beliau mengaku terkesan mengetahui banyak madrasah yang berawal dari sekolah swasta dengan status tanah wakaf, namun mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan masyarakat. Menurutnya, peran Komite Madrasah adalah kunci utama pembangunan. Tanpa dukungan kuat dari komite, madrasah akan menghadapi jalan terjal untuk bisa maju dan berkembang secara akseleratif.

Motivasi dan Harapan

Tidak hanya memberikan arahan teknis, Prof. Nyanyu juga memotivasi para guru dan kepala sekolah yang hadir dengan membagikan kisah sukses beliau saat memimpin UIN Raden Fatah Palembang. Beliau berpesan agar keterbatasan yang ada tidak mematikan inovasi untuk mencetak generasi berprestasi.

Meski memiliki keinginan besar untuk mengunjungi setiap madrasah secara langsung di Banyuwangi, beliau memohon maaf karena keterbatasan waktu yang ada belum memungkinkan hal tersebut terwujud sepenuhnya dalam kunjungan kali ini.

Kehadiran civitas MAN 4 Banyuwangi dalam pembinaan ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam mengelola pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta semakin meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi seluruh siswa. (BK)