• MAN 4 BANYUWANGI
SEMINGGU HEALING DI SINGAPORE

MAN 4 Banyuwangi – Cerita. Pertengahan bulan Januari ini, aku mendapat kabar bahwa minggu depan akan ada acara keluarga di luar negeri. Sebenarnya kabar ini mendadak, karena aku di beri tahu lima hari sebelum berangkat oleh mb Fitri, ia adalah kakakku. Aku pergi ke Singapura bersamanya dan juga ponakanku, Luna. Kami berangkat dari Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali, hari Jumat pukul 07.15 WITA. Aku merasa sangat bungah, karena setelah 11 tahun lalu akhirnya bisa naik pesawat lagi. Perjalanan ke Singapura sekitar 2 jam, dan mendarat di International Changi Airport Singapura pukul 09.55 WITA, kami langsung menuju ke Roberson Quay Hotel untuk menginap. Setelah mb Fitri mengurusi check in hotel, kami langsung menuju room kami yang terletak di lantai 7, hari itu kami memilih untuk istirahat sampai tiba hari Sabtu.

Keesokan harinya aku jalan-jalan di sekitar hotel yang lingkungannya begitu menarik hati, terlihat sangat rapi dan bersih. Di setiap sudut kota yang bangunannya begitu megah dan apik membuatku ingin selalu mengambil foto. Menurutku, penduduk di sekeliling kota ini tidak padat, dan bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa melayu dan inggris, tapi tidak semua penduduk asli bisa bahasa melayu. Lalu setelah aku berjalan lumayan jauh, aku berhenti di supermarket membeli beberapa camilan untuk kami. Setelahnya pun aku pulang, dan di saat aku berjalan pulang ke hotel, aku sudah menemui banyak sekali tempat untuk bersua foto, bahkan pinggiran kota atau tempat biasa saja sangat estetis.

Kemudian hari Minggu siang, aku pergi ke tempat tinggal mbak Dwi, ia adalah kakakku yang sudah berada di sini lebih awal untuk merayakan Tahun Baru Imlek bersama suaminya. Ini adalah tujuan utama kami datang ke Singapura, kami di undang untuk makan bersama-sama. Hari itu aku hanya menghabiskan waktuku di sana sampai malam hari. Waktu berjalan pulang, aku melihat pinggiran kota sangat ramai dengan dekorasi imlek yang terlihat begitu megah, keramaian pun juga masih, karena hari itu bertepatan dengan hari imlek.

Di hari selanjutnya,  aku pergi ke tempat belanja bersama Luna. Kami keluar hotel sekitar jam 11 siang. Sayangnya, di sini kami sangat kesulitan untuk mencari taksi, tapi selang 30 menitan sembari jalan, akhirnya mendapat taksi untuk mengantar kami. Sebenarnya dengan jalan kaki juga bisa sampai, tapi karena aku takut tersesat akhirnya memilih untuk naik taksi. Sesampainya di Lucky Plaza Singapore, aku melihat sangat ramai pengunjung dan lumayan padat, padahal sebelumnya di tempat belanja yang lain tidak seramai ini. Lucky Plaza Mall terlihat layaknya seperti pasar, mereka menjual baju, makanan, dan kebutuhan rumah lainnya. Setelah kami belanja dan makan siang, kami pun kembali ke hotel untuk istirahat karena sudah malam.

Hari Senin siang kami check out dari Robertson Quay Hotel dan sampai di tempat penginapan baru, yaitu di Yotel Singapore Orcchard Road. Hotel yang ditempati kali ini lebih luas dan sangat nyaman, apalagi kami berada di lantai 21 yang terlihat pemandangan bangunan-bangunan kota Singapura yang tinggi. Setelah itu kami pergi ke Plaza Singapura, aku berkeliling untuk belanja dan membeli makanan. Kemudian kami pulang sekalian mampir untuk makan malam di sekitar hotel. Memang setiap sudut kota terdapat mall dan gedung-gedung yang besar, dan tidak salah jika biaya hidup di sini terbilang cukup mahal, contohnya saja saat aku makan di salah satu restaurant, harga satu gelas ice lemon tea bisa sampai 7-9 dollar atau sekitar 70-90 ribu, dan harga makanan bisa mencapai mulai 100 ribu ke atas.

Lalu di hari Selasa, aku pergi ke salah satu tempat wisata yaitu Avatar and the Experience yang terletak di Gardens by the Bay. Aku pergi naik kereta bawah tanah atau biasanya disebut dengan MRT, kebanyakan penduduk Singapura atapun wisatawan lebih memilih naik kerena ini, karena biaya juga lebih murah daripada naik taksi. Setelah membeli tiket, pertama masuk wahana ini akan diperlihatkan air terjun buatan yang sangat indah, percikan airnya yang mengenai tanganku terasa sejuk. Selain itu di dalamnya juga terdapat tempat khusus untuk foto yang bisa langsung dicetak, lalu juga ada berbagai macam tanaman-tanaman hutan yang membuatku terasa didunia fantasi. Kemudian aku pulang juga naik MRT tepat saat jam makan malam, akhirnya aku berhenti disalah satu tempat makan untuk mengisi perut. Kami pun pulang ke hotel hampir larut malam, tetapi di sini masih ramai dan rata-rata tempat belanja ataupun tempat makan buka 24 jam.

Lanjut di hari Rabu, ini adalah hari terakhir kami di Singapura. Untuk itu, sekitar jam 10 siang sudah pergi untuk jalan-jalan, belanja dan membeli oleh-oleh.  Pertama yang harus dikunjungi saat pergi ke Singapura adalah patung singa atau disebut dengan Merlion Park sebagai ikon negara Singapura yang terletak di Clifford Park. Aku di sini mengambil beberapa foto untuk moment ku bersama Singapura, sebut saja sebagai kenangan. Setelah itu kami pergi ke salah satu tempat pembelian oleh-oleh Singapura, di Bugis street. Di sini ada banyak toko oleh-oleh khas Singapura, dan saat aku mampir ke salah satu toko tersebut, aku mendengar ibu-ibu yang sedang berbicara bahasa Jawa, aku pun tersenyum kicup kepada mb Fitri, dan setelah ditanya ternyata mereka memang dari Ngawi dan Kediri, Jawa Timur. Lalu setelah membeli oleh-oleh kami melanjutkan ke tempat makan yang sudah direncanakan dari awal, tepat di Clarke Quay yang menjual aneka seafood. Hari Rabu ini, aku menghabiskan waktu di luar dari pagi dan kembali ke hotel sekitar jam sebelas malam.

Tiba di hari Kamis jam 4 pagi aku, mb Fitri dan Luna berangkat menuju bandara Changi untuk pulang ke Indonesia. Kami berangkat dari Singapore Changi Airport pukul 07.15 pagi dan mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali sekitar jam 10. Kami langsung pulang menuju rumah mb Fitri yang di Bali dan istirahat. Lalu pukul 09.00 malam aku diantar pulang oleh kakak ke Jawa, karena di hari Jum’at aku harus masuk sekolah. Perjalanan kami ke Banyuwangi sekitar 7 jam, dan sampai rumah pukul 04.00 WIB.

Menurut saya, Singapura merupakan negara yang sangat disiplin, bersih, rapi dan nyaman. Tinggal di Singapura adalah hal yang sangat menyenangkan, walaupun biaya hidup mahal, tetapi terjamin. Sebenarnya aku rencana pulang hari Senin, tetapi karena tiket pesawat yang sesuai pesanan kakakku tersedia di hari Kamis. Jadi aku berada di Singapura selama 6 hari, tapi ini cukup menjadi perjalanan yang memuaskan untukku. I can’t forgot this moment. Thank you Singapore, I’ll miss you. (barirta bell JME)

*Ditulis dan diceritakan oleh Barirta Bell Siswa Kelas XI MIPA 1 Anggota Jurnalistik MAN 4 Banyuwangi

 

KOMENTARI TULISAN INI
TULISAN TERKAIT