Asesmen Semakin Ketat, Masih Mau Malas Membaca? Ini Pesan Humas MAN 4 Banyuwangi
Banyuwangi (19/01/2026) – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama MAN 4 Banyuwangi pada Senin pagi ini. Seluruh siswa, guru, dan staf kependidikan berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera rutin guna mengawali pekan dengan semangat kedisiplinan.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, Drs. Muadz Baidlowi, memberikan amanat penting terkait tantangan pendidikan di masa depan, terutama mengenai standar kompetensi siswa.
Tantangan Asesmen di Masa Depan
Dalam pidatonya, Drs. Muadz Baidlowi menekankan bahwa pola evaluasi pendidikan atau asesmen kini terus mengalami perkembangan. Beliau mengingatkan bahwa ke depannya, standar asesmen akan menjadi semakin ketat dan menuntut analisis yang lebih dalam.
"Kita tidak bisa lagi bersantai. Semakin ke depan, sistem asesmen akan semakin ketat. Hal ini menuntut kalian untuk memiliki daya nalar yang tinggi, bukan sekadar menghafal jawaban," tegas beliau di hadapan ratusan siswa.
Soroti Budaya "Instan" dan Rendahnya Literasi
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah rendahnya minat baca di kalangan siswa. Beliau mengamati adanya kecenderungan siswa yang ingin mendapatkan hasil instan saat mengerjakan soal tanpa melalui proses membaca dan memahami teks secara utuh.
"Banyak siswa yang malas membaca teks panjang. Maunya langsung tahu jawaban secara instan. Padahal, kunci untuk menjawab soal-soal asesmen modern adalah kemampuan literasi yang kuat," lanjutnya.
Pentingnya Ujian Madrasah untuk Masa Depan
Drs. Muadz Baidlowi juga memberikan klarifikasi mengenai kebijakan kelulusan. Meskipun saat ini Ujian Madrasah bukan lagi menjadi satu-satunya syarat mutlak kelulusan, namun hasil dari ujian tersebut tetap memiliki bobot yang sangat penting. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bahan pertimbangan besar bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dalam menata portofolio masa depan mereka.
Pesan Penutup: Budayakan Gemar Membaca
Mengakhiri amanatnya, beliau memberikan pesan mendalam bagi seluruh siswa MAN 4 Banyuwangi untuk mulai mencintai buku dan aktivitas membaca.
"Saya berpesan kepada seluruh anak-anakku, tingkatkan literasi kalian. Jadikan membaca sebagai kegemaran, bukan beban. Dengan gemar membaca, kalian sedang membuka jendela dunia dan mempersiapkan diri untuk memenangkan tantangan di masa depan," pungkasnya.
Upacara diakhiri dengan doa bersama dan pembubaran barisan dengan tertib, menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di MAN 4 Banyuwangi. (BK)