Dari Dapur Madrasah ke Dunia Usaha: Mengintip Pelatihan Corndog Siswa Kelas XII.
Banyuwangi – Menjelang kelulusan, MAN 4 Banyuwangi berkomitmen memberikan bekal berharga bagi para siswanya. Khusus bagi siswa-siswi kelas XII yang berencana langsung terjun ke dunia kerja atau berwirausaha, madrasah menggelar kegiatan Pembekalan Keterampilan Tata Boga yang bekerja sama langsung dengan tim ahli dari BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Banyuwangi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan soft skill dan hard skill nyata agar para lulusan memiliki daya saing tinggi, meskipun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sinergi Madrasah dan BPVP Banyuwangi
Kerja sama dengan BPVP Banyuwangi ini menjadi langkah strategis madrasah dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka pengangguran di tingkat lulusan sekolah menengah. Tim instruktur dari BPVP tidak hanya mengajarkan teknik memasak, tetapi juga standar kebersihan dapur, efisiensi bahan, hingga cara menghitung harga jual produk.
"Kami ingin siswa kami tidak hanya lulus dengan ijazah, tapi juga dengan keterampilan yang bisa langsung menghasilkan pendapatan. Kolaborasi dengan BPVP Banyuwangi adalah jaminan kualitas pelatihan yang kami berikan," ujar Kepala Madrasah.
Praktik Hari Ini: Kreasi Corndog yang Hits dan Bernilai Jual
Pada sesi praktik hari ini, suasana dapur madrasah tampak riuh dan penuh semangat. Menu yang menjadi fokus pelatihan adalah Corndog—jajanan kekinian yang tengah populer di kalangan anak muda.
Para siswa diajarkan secara detail mengenai:
Pemilihan Bahan: Memilih sosis dan keju mozzarella berkualitas.
Teknik Adonan: Membuat tekstur adonan luar yang renyah di luar namun lembut di dalam.
Proses Penggorengan: Mengatur suhu minyak agar matang sempurna dan berwarna cokelat keemasan (golden brown).
Presentasi (Plating): Memberikan topping saus dan mayones yang menarik untuk meningkatkan daya tarik pembeli.
Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Muda
Pelatihan ini disambut antusias oleh para siswa. Menurut salah satu peserta, kegiatan ini sangat membantu memberikan gambaran nyata mengenai peluang usaha kuliner modal kecil namun menjanjikan.
Dengan bimbingan instruktur profesional, para siswa terlihat cekatan memutar tusukan sosis ke dalam adonan dan membalurinya dengan tepung panir. Hasilnya, puluhan Corndog lezat berhasil dibuat dan siap untuk dicicipi.
Harapan Masa Depan
Melalui pembekalan ini, madrasah berharap para siswa kelas XII memiliki kepercayaan diri untuk membuka usaha mandiri (UMKM) atau menjadi tenaga kerja terampil di industri kuliner. Keterampilan praktis seperti ini diharapkan menjadi jembatan kesuksesan bagi mereka yang memilih jalur mandiri setelah lulus nanti. (BK)